Rabu, 22 Mei 2013

GERAKAN KEBANGSAAN DI INDONESIA



          Setetes saja ilmu yang kita pelajari, akan sangat bermanfaat untuk kita. Segala ilmu yang berguna harus bisa kita dapatkan. Nah.. hari ini, saya akan membagikan pengetahuan bagi yang ingin dapat ilmu. Materinya adalah materi IPS tentang GERAKAN KEBANGSAAN DI INDONESIA yang saya kutip sendiri dari buku paket SMK Semester 2. Mungkin jika anda memperhatikan artikel saya ini mungkin akan terlihat sama persis dengan apa yang ada pada buku paket. Tetapi sebenarnya ini saya ketik sendiri, hanya saja saya benar-benar mengikuti kata-kata yang ada pada nuku paket SMK saya. Saya hanya menghilangkan saja beberapa katanya. Jadi… jangan anggap artikel saya ini Cuma COPY PASTE ya. Karena saya memang tidak melakukan COPY PASTE, saya malah mengerjakanya selama 5 hari berturut-turut setiap malam. Baiklah… ini dia. Mari di simak.!!

GERAKAN KEBANGSAAN DI INDONESIA



  A.    PAHAM YANG MENDASARI MUNCULNYA PERGERAKAN NASIONAL

Memasuki abad ke-20 muncul kesadaran rakyat Asia dan Afrika untuk membangun suatu sikap agar mereka dapat bersatu dalam satu wadah. Sikap tersebut dibangkitkan oleh paham nasionalisme, sosialisme, pan-Islamisme, dan demokrasi. Paham-paham itulah yang membangun sebuah kesadaran bersama tentang pentingnya kemerdekaan untuk melepaskan rakyat dari belenggu kemiskinan, kebiadaban, perpecahan, dan keterbelakangan.

   1.       NASIONALISME

Nasionalisme adalah perasaan cinta terhadap bangsa dan tanah airnya. Perasaan itu timbul karena adanya kesamaan, sejarah, agama, budaya, bahasa, pemerintahan, tempat tinggal, dan keinginan untuk mempertahankan serta mengembangkannya sebagai milik bersama..

   2.       LIBERALISME

Paham Liberlisme muncul sebagai akibat reaksi atas perlakuan kaum bangsawan dan agamawan pada masa pemerintahan monarki absolut. Setiap individu harus patuh pada kekuasaan bangsawan dan tunduk pada agama. Keadaan inin menyadarkan orang untuk memulai kebebasan dalam bertindak. Esensi dari paham liberalisme terhadap munculnya kesadaran terhadap berbangsa dan bernegara adalah keinginan untuk menentukan nasib sendiri dalam bingkai keberadaan penyelenggaraan negara.

   3.       SOSIALISME

Merupakan paham yang menekankan perhatian pada masyarakat secara keseluruhan. Paham ini muncul atas reaksi terhadap kehadiran liberalisme pada abad ke-19.

   4.       PAN-ISLAMISME

Merupakan suatu paham yang menginginkan manifestasi dari prinsip islam mengenai pentingnya persatuan dan kesatuan antar umat islam di seluruh dunia. Paham ini lazim disebut dengan al-wahdah al-islamiyah atau al-itihad al-islamiyah yang prinsipnya adalah umat islam merupakan kesatuan yang utuhndan universal diseluruh dunia tanpa kecuali.

   5.       DEMOKRASI

Merupakan suatu pemerintahan yang berasal dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat.

   B.      PERKEMBANGAN BEBERAPA GERAKAN DI ASIA TENGGARA

   1.       PERGERAKAN KEBANGSAAN DI MALAYSIA

Penjajahan inggris di malaysia bermula ketika Sultan Kedah yang pada saat itub menghadapi ancaman serangan-serangan Kerajaan Siam (Thailand) menawarkan Pulau Penang sebagai imbalan atas bantuan milliter apabila inggris membantu Kedah. Pulau Penang pun dikuasai inggris pada tahun 1791 tanpa memberikan bantuan militernya kepada Kesultanan Kedah.

Masalah etnisasi mewarnai proses kemerdekaan Malaya. Perlu diketahui , Pada tahun 1940-an konstelasi keberadaan etnis di Malaya adalah 50% orang Melayu, 37% orang Tionghoa, dan 12% orang India. Masing-masing etnis membentuk Partai Politik diantaranya Ubited Malays National Organization (UMNO) yang di dukung oleh orang Melayu, Malayan Chinese Association  (MCA)  yang terdiri dari masyarakat China, Malayan India Congres yang terdiri dari orang-orang keturunan India. Ketiga partai tersebut bergabung membentuk Alliance yang menjadi Barisan Nasional pada tahun 1973.

Dalam perkembangannya Barisan Nasional memenangkan pemilu. Pemerintah Inggris dan Alliance mengadakan perundingan untuk menyusun konstitusi. Hasilnya adalah membentuk sebuah negara federal dengan sistem parlemen dua kamar yang terdiri dari Badan Pilihan Rakyat dan Badan Bentukan Parlemen. Tahun 1957, Federasi Malay mendapat kemerdekaan dari pemerintah inggris.

   2.       PERGERAKAN KEBANGSAAN DI FILIPINA

Berawal dari terbentuknya Liga Filipina yang di bentuk oleh Jose Rizal pada tahun 1892. Dibentuk dengan tujuan melepaskan Filipina dari jajahab Spanyol yang telah berlangsung selama 300 tahun . Letupan ingin mendapatkan kemerdekaan terjadi setelah Jose Rizal yang di tuduh mendalangi Gerakan Katipunan dan dihukum mati pada tahun 1896. Perjuangan merebut kemerdekaan dilanjutkan oleh Emilio Aquinaldo hingga tahun 1898.

Titik cerah perjuangan kemerdekaan Filipina terlihat ketika Spanyol semakin lemah berperang dengan Amerika Serikat untuk memperebutkan Pulau Karibia. Emilio Aquinaldo memanfaatkan kesempatan itu dan beraliansi dengan Amerika Serikat untuk mengusir Spanyol.

Spanyol pun  menyerah dan Filipina diserahkan pada Amerika Serikat. Melihat keadaan sudah memiungkinkan, Emilio Aquinaldo Memproklamirkan kemersekaan Filipina pada 12 juni 1898. Namun nasib Filipina juga tidak berubah karena ternyata Amerika juga ingin menjajah Filipina.

Emilio melakukan perang gerilya pada Amerika Serikat tetapi pada akhirnya tertangkap pada Tahun 1919, Filipina menuntut kemerdekaan, Namun ditolak. Tahun 1934 Filipina dikukuhkan sebagai daerah persemakmuran. Setelah perang dunia berahir, barulah Amerika Serikat memberi kemerdekaan penuh pada Filipina pada 4 Juli 1946.

   3.       PERGERAKAN KEBANGSAAN DI VIETNAM

Tahun 1920 pergerakan nasionalisme melalui suara-suara partai mulai menuntut pembaruan dan kemerdekaan. Perjuangan kepartaian semakin gencar setelah dibentuknya Indochinese Communist Party tahun 1930 oleh seorang yang berjiwa revolusioner bernama Nguyen Tat Minh, atau lebih dikenal dengan Ho Chi Minh.

Ia kemudian mendirikan gerakan kemerdekaan yang berideologi kemunis bernama Viet Minh. Tahun 1941, Organisasi ini bertujuan memperoleh kemerdekaan dari Prancis dan melawan aneksasi jepang dikawasan Indocina, khusunya Vietnam.

Momentum kekalahan Jepang dalam perang dunia 2 dimanfaatkan Ho Chi Minh untuk memproklamirkan berdirinya Republik Demokratis Vietnam pada 2 September 1945. Prancis kembali menyerang Vietnam pada tahun 1945, Pasukan Viet Minh mundur dan masuk ke hutan-hutan. Berkat kepemimpinan Ho chi Minh yang sudah mengakar dan sudah di sukai rakyat, Perjuangan Viet Minh tidak berhenti.

Tahun 1946, Pecah perang Indocina 1 (1946-1954) yang di mulai dengan penyerangan Viet Minhnke pos-pos tempur pasukan Prancis. Perang yang tidak berkesudahan dan tellah memakan banyak korban mendorong Prancis untuk mengajukan tawaran perdamaian tahun 1954. Perundingan pun dilaksanakan di Jenewa dan menghasilkan kesepakatan damai. Intinya, Prancis segera hengkang dari Vietnam. 

Kesepakatan tersebut juga memutuskan untuk membagi Vietnam menjadi 2 negara. Vietnam Utara menjadi negara yang berhaluan komunis, Sementara Vietnam Selatan menganut Liberalisme. Akibat pembagian itu, pecah perang saudara antara Vietnam utara dan Vietnam selatan tahun 1956. Perang berakhir dengan kemenangan Vietnam Utara tahun 1975. Namun, kedua Vietnam akhirnya dapat disatukan kembali tahun 1976 dengan nama Republik Sosialis Vietnam (Vietnam).

  C.    TERBENTUKNYA KESADARAN NASIONALISME INDONESIA

   1.       Perkembangan Politik Kolonial Belanda

Penderitaan rakyat akibat tanam paksa tahun 1830-1870 menuai kritik terhadap pemerintah kolonial belanda. Usul golongan Liberal di parlemen adalah membuka seluas-luasnya koloni (open deur pilitiek=politik pintu terbuka) bagi investor swasta.
   2.       Sebab-sebab Kebangkita Nasionalisme di Indonesia

     a.       Penderitaan rakyat indonesia 

Rakyat indonesia di bawah pemerintahan kolonial Hindia-Belanda banyak mengalami perlakuan yang tidak adil. Penderitaan inilah yang mendorong para leluhur kita untuk mengangkat senjata dan  berusaha mengusir penjajah Belanda untuk memperoleh kemerdekaan

      b.      Perkembangan Politik Etis

Muncul tokoh-tokoh yang mengkritik pemerintahannya sendiri, yaitu dari orang Belanda sendiri, salah satunya adalah Van de Venter dengan artikelnya yang di muat di majalah De Gids dengan judul “Een Eereschuld” Utang kehormatan berceritabahwa kekosongan kas belanda telah terpenuhi oleh Indonesia.Utang budi itu wajijb dibayar dengan peningkatan kesejahteraan bangsa Indonesia melalui Imigrasi, Edukasi, Irigasi.

                Beberapa sekolah yang berkembang pada masa pemerintahan belanda adalah sekolah rakyat (Volkschool), sekolah guru (kweekschool), MULO (meer uitgebrid logee oderwijs), AMS (algemenee middlebare school), sekolah teknik (techniche hogeschool) sekarang ITB, Sekolah dokter jawa SYOVIA, Rechts school Kundige Hogeschool sekarang fakultas hukum UI, Genesjundige Hogeschool sekarang IPB.

      c.       Peranan Saran Komunikasi dan Transportasi

Perkembangan sarana komunikasi dan transportasi yang semakin baik turut membantu munculnya kesadaran berbangsa dan bernegara.
d.      Pergerakan Nasionalisme di Asia dan Afrika
Gerakan di beberapa negara Asia dan Afrika turut menjadi andil dalam rangka menggerakan jiwa kebangsaan. Peristiwa-peristiwa yang mengilhami antara lain sebagai berikut ;

.               Keteladan yang di perlihtkan Mahatma Gandhi dan Jawaharlal Nehru dalam merebut kemerdekaan India dari Inggris.
.               Kemenangan Jepang atas Rusia tahun 1905.
.               Keberhasilan bangsa Filipina mengusir bangsa Spanyol tahun 1898.
.               Keberhasilan rakyat Cina menurunkan kaisar yang korup pada awal abad ke-20.

   D.   PERGERAKAN DARI RASA ETNIK KEDAERAHAN GOLONGAN MENUJU GERAKAN KEBANGSAAN INDONESIA.

Setelah pemerintah Belanda menerapkan politik etis munculah organisasi kepemudaan, ini merupaka cikal bakal rasa persatuan dalam berbang dan bernegara. 

Pada 7 maret 1915 berdiri organisasi kepemudaan Tri Koro Dharmo yang anggotanya adalah pemuda-pemuda dari suku Sunda, Jawa, Madura. Sesdangkan di Sumatra bernama Jong Sumatranen Bond (JSB) tanggal 9 desember 1917.

Puncak perasaan kebangsaan dan nasionalisme yang tinggi muncul pada kongres pemuda 28 Oktober 1928.

   E.     PERKEMBANGAN GERAKAN KEBANGSAAN INDONESIA

Perjalanan nasionalisme di Indonesia mengalami kemajuan dengan berdirinya organisasi Boedi Oetomo tahun 1908.

Jika diteliti secara cermat, pergeraan nasionalisme di indonesia terbagi menurut periode perkembangannya:

1.       Periode awal

Pergerakan nasional Indonesia baru bergerak dalam bidang sosial dan budaya. Oragnisasi yangterkemuka adalah Boedi Oetomo, Sarekat Dagang Islam, dan Muhammadiyah.

2.       Periode Nasionalisme Politik

Pergerakan Nasional Indonesia sudah mulai masuk pada bidang politik Organisasinya adalah Indische Partij dan Gerakan Kepemudaan. 

3.       Peroide Nasionalisme Radikal

Pergerakan Nasional Indonesia sudah jelas mencantumkan tujuan untuk kemerdekaan. Organisasinya adalah Perhimpunan Indonesia, Partai Komunis Indonesia (PKI), dan Partai Nasional Indonesia (PNI).

4.       Periode Nasonalisme Bertahan

Gerakan kebangssan sudah lebih mederat dan memakai strategi dengan penuh pertimbangan. Contoh organisasi yang di kenal adalah Partai Indonesia Raya (PARINDRA), Gabungan Politik Indonesia (GAPI), Gerakan Rakyat Indonesia (GERINDO), dan Fraksi Nasional.
Berikut adalah uraian keberadaan organisasi di atas:
               

Boedi Oetomo


                Berdiri atas Prakarsa Mas Ngabehi Wahidin Soedirohoesodo. Tujuanya adalah meningkatkan kualitas bangsa melalui kegiatan pengajaran . tanggal 20 Mei merupakan hari lahir Boedi Oetomo diperingati sebagai hari Kebangkitan Nasional.

                Ada beberapa kendala yang dihadapi Boedi Oetomo,. Pertama, pembatasan keanggotaan Boedi Oetomo hanya untuk masyarakat Jawa dan Madura. Kedua, Boedi Oetomo tidak mencampuri urusan politik.
Urusan politik.

                Sarekat Islam (SI)



Semula bernama Sarekat Dagan Islam yang didirikan oleh H. Samanhudi di Surakarta pada tahun 1911. Tujuan awalnya adalah untuk memajukan perdagangan Indonesia di bawah panji-panji Islam dan untuk menyaingi pedagang cina di Solo. Organisasi ini maju pesat saat di pimpin H.O.S Tjokroaminoto.

                Akibat ada perpecahan di dalam organisasi SI, ada sebagian anggota yang pindah ke Partai Komunis Indoensia.

                Muhammadiyah 



                Didirikan oleh KH Ahmad Dahlan  tanggal 18 November 1912. Mulanya bertujuan menyebarkan ajaran Nabi Muhammad SAW dan memajukan agama islam.

                Indische Partij



                Merupaka organisasi bercorak politik yang didirikan oleh Eduard Douwis Dekker (Danudirja Setiabudi) pada 25 Desember 1912.

                Bertujuan membangun petriotisme semua indiers (orang lokal/indonesia) terhadap tanah air. Melalui karangan Douwis dekker yang di muat di majalah Het Tijdschrift dan de Express ia melancarkan propagandanya mengenai program “Hindia” untuk setiap gerakan politik yang sehat.

                Pada perayaan 100 tahun kemerdekaan Belanda , Indische Partij membentuk komite Bumiputra. Komite ini mengirimkan telegram kepada Ratu Belanda yang isinya mengusulkkan pencabutan pasal III RR (Reglemen op het beleidder Regeering) tentang pembentukan majelis perwakilan rakyat tuntutan jaminan kebebasan berpendapat di daerah jajahan. Kegiatan Komite bumiputra di anggap berbahaya, pada bulan Agustus 1913 Douwis dekker, dr Cipti mangunkusumo, dan Suwardi Suryaningrat di jatuhi hukuman di buang ke Belanda. Permohonan dari Indische Partij untuk mendapat pengakuan badan hukum di tolak dan organisasi ini di anggap sebagai organisasi terlarang. Walaupun Indische partij sudah bubar, jiwa dan semangat banyak memberi inspirasi dalam rangka menegakan jiwa kebangsaan.
               

Gerakan Pemuda

                Organisasi pemuda kedaerahan merupakan titik awal pertumbuhan bangsa dan awal dari proses integrasi nasional. Berikut adalah contoh dari gerakan pemuda.

Tri Koro Dharmo

                Tri Koro Dharmo didirikan oleh Setiman Wirjosandjoyo, Suradi Wongsonegoro dan Soetomo pada tanggal 7 Maret 1915. Tujuan didirikannya Tri Koro Dharmo adalah sebagai tempat latihan calon –calon pemimpin bangsa atas dasar cinta tanah air.

                Pada kongres pertamanya di Solo tahun1918 ada dua keputusan penting. Pertama, nama Tri Koro Dharmo di ubah menjadi Jong Java. Kedua, tujuan organisasi dipusatkan untuk membangun persatuan Jawa Raya.

                Setelah ongresnya yang ke-8 pada tanggal 28 Desember 1925 – 2 Januari 1926 di B andung, Jong Java turut meningkatkan persatuan dan cita-cita Indonesia merdeka. Mulai kongres tersebut Jong Java praktis terjun ke politik.

Jong Sumatera Bond

                Didirikan pada 9 desember 1917 di Gedung Volkslecture Jakarta oleh Pemuda-pemuda Sumatera yang ada di Jakarta. Tujuannya adalah untuk memperkokoh hubungan antar pelajar asal Sumatera.

                Jong Sumatera Bond memiliki banyak anggota  yang tersebar di Bogor, Bandung, Sukabumi, Purworejo, Padang dan Bukittinggi. Dari hasil godokan Jong Sumtera Bond ini lahirlah pemimpin bangsa seperti Muhammad Yamin dan Muhammad Hatta. 

                Organisasi pemuda lainnya:

Ambon

                Organisasi yang terbentuk adalah Wilhelmina, Ambonsch Studifonds, dan Ambon Bons. Orang Ambon di luar Ambon mendirikan Sarekat Ambon. Pimpinannya yang terkenal adalah A.J Patiy.

Minahasa dan Celebes


Pada tahun 1919 berdiri Jong Minahasa dan Jong Celebes. Keduua organisasi ini tidak begitu besar, tetapi dari pendirian organisasi ini muncul tokoh Minahasa yang terkenal yaitu Sam Ratulangi.

Sunda dan Betawi

                1920 berdiri organisasi pemuda Sunda di Jakarta dengan nama Sekar Rukun. Selain itu pemuda Betawi berhasil membentuk organisasi bernama Pemuda Betawi berada di bawah pimpinan Moh. Husni Thamrin.

Timor
                Berhasil mendirikan Timorsche Verbond di Makassar pada tahun 1922. Pada tahun yang sama juga berdiri Bataks Bond yang merupakan pecahan Jong Sumatranen Bond.

Organisasi Kepanduan

                Jumlah organisasi pemuda yang semakin banyak mendorong munculnya keinginan untuk membentuk organisasi wadah kepanduan. Dibentuklah organisasi kepanduan diantaranya Javaansche Padvinders Organisatie (JPO), Nationale Islmaitische Padvinderij (NATIPY), dan Pandu Pemuda Sumatera (PPS).
                Agar organisasi kepanduan ini bekerja semakin efektif di bentuklah Persaudaraan Antar Pandu Indonesia (PAPI) yang merupakan gabungan dari organisasi kepanduan. Karena PAPI di anggap tidak dapat mengakomodasikan aspirasi seluruh organisasi yang ada di dalamnya, organisasi-organisasi fusi lain bermunculan. Tahun 1918 didirikan Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia (BPPKI) sebagai jawaban atas keinginan membentuk wadah kerjasama yang bisa menjadi perekat semua organisasi kepanduan.

Taman Siswa

                Taman Siswa berdiri pada tanggal 3 Juli 1922 atas prakarsa R.M Suwardi Suryadinigrat yang lebih di kenal dengan nama Ki Hajar Dewantara. Tujuannya adalah untuk memajukan bidang pendidikan. 

                Asas Taman Siswa di wujudakan dalam sistem among sebagai berikut.

1.       Mewajibkan guru-guru sebagai pemimpin berdiri di belakang, memberi kesempatan pada anak didik untuk berjalan sendiri. Inilah yang di sebbut Tut Wuri Handayani.
2.       Guru berada ditengah-tengah dan dapat membangkitkan pikiran. Yang serin g disebut dengan Ing Madya Mangun Karsa.
3.       Guru dapat memberi contoh bila berada di depan. Yang istilahnya adalah Ing Ngarso Tuladha.
Keluarnya Wilde Scholen Ordonantie atau Undang-Undang Sekolah Liar membuat perjuangan Taman Siswa mengalami hambatan. Bagi Taman Siswa, keberadaan UU ini berartimemasung kemajuan sekolah swasta. Taman Siswa berjuang agar UU ini dihapus. Perjuangan penghapusan UU ini didukung oleh beberapa organisasi lain, seperti PSII, PNI Baru, Boedi Oetomo, Muhammadiyah, Partindodan Permi. Perjuangan mereka berhasil, terbukti dengan dicabutnya UU Sekolah Liar pada tahun 1933.

Partai Komunis Indonesia

                Keberadaan paham komunis di Indonesia tidak dapat dari nama seorang buruh Belanda bernama H.J.F.M Sneevliet yang masuk ke indonesia tahun 1913. Ia lalu mendirikan organisasi Indische Sociaal Democratische Vereeniging (ISDV) tahun 1914 bersama J.A Brandsteder, H.W Dekeer dan P. Bergsma.

                Dengan menggunakan strategi Infiltrasi atau block within, ISDV berhasil menyusup ke tubuh Sarekat Islam. Caranya dengan menjadikan anggota ISDV sebagai anggota SI dan sebaliknya. Taktik liannya adalah dengan cara merekrut pemimpin SI yang berpengaruh masuk ke ISDV.

                Pada kongres ISDV 23 Mei 1920 nama ISDV di ubah menjadi Partai Komunis Hindia. Dan pada bulan Desember di ubdah lagi menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI).

                Setelah merasa makin mapan  dan besar, PKI mengadakan mengadakan pemberontakan yang di kenla dengan pemberontakan PKI 1926. Pemberontakan ini di rancang oleh tokoh-tokoh PKI seperti Sardjono, Budi Sutjipto dan Sugono. Pemberontakan yang terjadi di Jakarta itu secara serempak meluas ke daerah Jawa Barat,  Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera. Namun pemberontakan tersebut berhasil di tangani.
                Banyak pengikut PKI yang di buang ke Tanah Merah, Dugul, dan Papua. Akhirnya PKI dinyatakan sebagai partai terlarang.

Perhimpunan Indonesia

                Dalam tahun yang sama lahirnya Boedi Oetomo, terbentuk pula perkumpulan dengan nama Indische Vereeniging (Perhimpunan Hindia) yang bergerak di bidang sosial.

                Orientasi perkumpulan Indische Vereeniging setelah kedatanga tokoh 3 serangkai Douwes Dekker, dr Cipto Mangunkusumo dan Suwardi Suryadiningrat. Mereka berhasil mengubah perhimpunan yang dulu berorientasi sosial sekarang menjadi orientasi politik. Asas Indische Vereeniging yaitu:

.               Penentuan nasib sendiri
.               Perjuangan mengandalkan kekuatan dan kemampuan sendiri.
.               Bangsa Indonesia harus bersatu melawan penjajah.

Partai Nasional Indonesia (PNI)

                Perserikatan Nasional Indonesia mempunyai hubungan yang erat dengan Perhimpunan Indonesia karena sama-sama memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Selain itu, pengurus Perserikatan Nasional Indonesia berasal dari orang-orang. Anggaran dasarnya juga diambil dari anggaran PI.

                Pada kongres PNI pertama di Surabay 27-30 Mei 1928 dibicarakan rencana kerja dan anggaran dasar PNI. Kongres juga memperkukuhkan Ir. Soekarno sebagai ketua PNI. Nama Perserikatan Nasional Indonesia di ubah menjadi Partai Nasional Indonesia.

                Kemajuan yang di capai PNIO dalam waktu singkat dan sifatnya non-kooperatif sangat menceaskan pemerintah Belanda. Kekhawatiran pemerintah Belandanmakin bertambah setelah mendengar Isu bahwa PNI akan mengadakan pemberontakan pada 1930. Untuk mengantisipasinya, pemerintah Belanda mengadakan penangkapan dan penggeledahan terhadap tokoh-tokoh PNI. Pada 29 Desember 1929Ir. Soekarno dan kawan-kawannya di tangkap di Yogyakarta dan di bawa ke Bandung. Ir. Soekarno membela diri dengan memv=bacakan tulisannya yang terkenal “ Indonesia Menggugat”. Dalam pidato pembelaannya, Soekarno mengakatan “Kini sudah semakin jelas bahwa pergerakan nasional di Indonesia bukanlah bikinan kaum intelektual dan komunis saja, tetappi merupakan aksi umum yang wajar dari rakyat jajahan yang di dalam batinnya telah menderita. Revolusi Indonesia adalah revolusi zaman sekarang, bukan revolusi sekelompok kaum intelektual tetapi revolusi bagian terbesar dari rakyat dunia yang terbelakang di diperbudak.” Para pemimpin PNI akhirnya di jatuhi hukum penjara dengan dakwaan  melakukan perbuatan mengganggu ketertiban dan menentang pemerintah.

                Penangkapan Ir. Soekarno membuat kaum nasional merasa sangat terpukul. Oleh sebab itu pada kongres luar biasa di Jakarta April 1931 PNI akhirnya di bubarkan. Hal iitu dilakukan demi keselamatan anggotanya.

                Mantan anggota PNI mendirikan Partai Indonesia (Partindo) pada 1 Mei 1931 dengan ketuanya Sartono. Sementara Moh Hatta, Sutan Sjahrir dkk mendirikan Pendidikan Nasional Indonesia.

Gerakan Wanita

                Lahir gerakan emansipasi yang di pelopori R.A Kartini. Berbagai perkumpulan pun berdiri seperti Keoetamaan Isteri yang di asuh oleh Dewi Sartika. Selain itu ada sekolah Kartini di Bogor, Cirebon, Indrmayu, Semarang, Madiun, Rembang, Surabaya dan Pekalongan. Salah satu organisasi kewanitaan paling tua adalah Putri Mardika yang berdiri tahun1912.

                Kehadiran berbagai organisasi kewanitaan ini memperkuat kesadaran kaum wanita untuk membantu terbentuknya suatu bangsa. Hal in terbukti dengan di selenggarakannya Kongres Perempuan 1 di Yogyakarta pada tahun 1928 dan Kongres Perempuan 2 di Jakarta pada 22Desember 1930. Tanggal tersebut kemudian dikukuhkan sebagai Hari Ibu.

Permufakatan Perhimpunan Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI)

                Gagasan untuk menyatukan pergerakan kebangsaan di bawah satu payung akhirnya tercapai setelah diadakan rapat di Bandung tanggal 17-18 Desember 1927. 

                PPPKI mengadakan kongres pertama di Surabaya 30 Agustus – 2 September 1928. Wakil-wakil partai politik berharap  bahwa kongres tersebut merupakan permulaan era baru bagi gerakan kebangsaan. Soetomo terpilih sebagai ketua Majelis Pertimbangan PPPKI. Organisasi ini mengalami guncangan setelah PNI bubar dan melahirkan dua partai baru yakni Partindo dan PNI baru. Keberadaan dua partai baru ini kemudian memperlemah posisi PPPKI.

                Akhirnya, PSI yang sudah berganti nama menjadi Partai Sarekat Islamm Indonesia (PSII) mengundurkan diri dari PPPKI tahun 1930.

Kongres Pemuda

                Berbagai organisasi kepemudaan mengadakan kongres pada tanggal 30 April – 2 Mei 1926. Kongres tersebut dihadiri oleh wakil-wakil dari berbagai organisasi kepemudaan.

                Tujuan dari kongresnya   :

1.       Membentuk badan sentra   organisasi kepemudaan
2.       Memajukan paham persatuan kebangsaan
3.       Mempererat hubungan antar seluruh perkumpulan kepemudaan bangsa.

Kongres Pemuda 1 ini menerima dan mengakui cita-cita persatuan Indonesia walaupun rumusannya belum jelas. Kongres Pemuda 2 berlangsung tanggal 26-28 Oktober 1928 dan di hadiri oleh kurang lenbih 750 pemuda yang berasal dari organisasi kepemudaan Indonesia.  Kongres ini melahirkan semangat nasionalisme yang lebih tinggi dari kengres kepemudaan sebelumnya. Utusan para pemuda mengucapkan sumpah “Satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa.” Dalam upacara penutupan, dinyanyikan lagu Indonesia Raya ciptaan W.R. Supratman. Simbol persatuan adalah pengibaran bendera merah putih yang di iringi lagu nasional Indonesia Raya.

                Pernyataan dalam Sumpah Pemuda itu merupakan perwujudan dari identitas nasional. Rumusan itu menjadi pemersatu dalam tekad melawan penjajah Belanda dan meraih rangka kemerdekaan. Cita-cita dan tekad itu menjadi kenyataan setelah dua dasawarsa kemudian.

Partai Indonesia Raya (Parindra)

                Di Surabaya terdapat kelompok studi Indonesia yang banyak berjasa dalam  pergerakan nasional khususnya di daerah Jawa Timur. Melalui surat kabar, mereka mengkritik perpecahan yang terjadi di berbagai organisasi pergerakan kebangsaan. Penyebab perpecahannya adalah perbedaan pendapat apakah akan mengambil sikap kooperatif atau nonkooperatif dalam memperjuangkan cita-cita kebangsaan.

                Kelomppok studi ini kemudian mengubah nama menjadi Persatuan Bagsa Indonesia (PBI) pada tahun 1930. Persatuan Bangsa Indonesia memiliki arah bidang pollitik dengan sasaran masyarakat pedesaan dan menjalin kerjasama dengan Boedi Oetomo, Serikat Celebes, Serikat Sumatera, Ambon, serta Perkumpulan Kaum Betawi. Mereka kemudian melebur dan membentuk Partai Indonesia Raya (Parindra) dengan ketuanya Soetomo. Bergabung pula tokoh pergerakan nasional lainnya seperi Husni Thamrin, K.R.M.H Wuryaningrat dan Sukarjo Wiryopranoto.

Parindra mempunya tujuan membentuk Indoensia yang sempurna dan Mulia. Organisasi ini memberi jalan kooperatif. Tujuannya untuk menghindar agar jangan sampai di bubarkan pemerintah kolonial Belanda.
Gabungan Politik Indonesia (GAPI)

                Pada tanggal 21 Mei 1939. Husnni Thamrin mendirikan federasi GAPI. Pembentukan GAPI didasari beberapa alasan sebagai berikut:

1.       Kegagalan  Petisi Sutardjo
2.       Kegentingan internasional akibat timbulnya fasisme
3.       Sikap pemerintah kolonial Belanda yang tidak memperhatikan kepentingan bangsa Indonesia.

GAPI lahir sebagai hasil kesepakatan antara organisa-organisasi seperti PSII, Gerindo, PII, Pasundan, Persatuan Minahasa, dan Partai Katolik. Kesepakatan  juga menghasilkan rumusan bahwa organisasi-organisasi anggotanya tetap memiliki otonomi melaksanakan programnya masing-masing. Jika timbul perselisihan antar partai, GAPI akan bertindak sebagai juru damai.

Semoga bermanfaat ya.. :D tambah terus ilmu pengetahuan kita ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar