Setetes saja ilmu yang kita pelajari, akan
sangat bermanfaat untuk kita. Segala ilmu yang berguna harus bisa kita
dapatkan. Nah.. hari ini, saya akan membagikan pengetahuan bagi yang ingin
dapat ilmu. Materinya adalah materi IPS tentang GERAKAN KEBANGSAAN DI INDONESIA
yang saya kutip sendiri dari buku paket SMK Semester 2. Mungkin jika anda
memperhatikan artikel saya ini mungkin akan terlihat sama persis dengan apa
yang ada pada buku paket. Tetapi sebenarnya ini saya ketik sendiri, hanya saja
saya benar-benar mengikuti kata-kata yang ada pada nuku paket SMK saya. Saya hanya
menghilangkan saja beberapa katanya. Jadi… jangan anggap artikel saya ini Cuma
COPY PASTE ya. Karena saya memang tidak melakukan COPY PASTE, saya malah
mengerjakanya selama 5 hari berturut-turut setiap malam. Baiklah… ini dia. Mari
di simak.!!
GERAKAN
KEBANGSAAN DI INDONESIA
A. PAHAM YANG MENDASARI
MUNCULNYA PERGERAKAN NASIONAL
Memasuki abad ke-20 muncul kesadaran rakyat
Asia dan Afrika untuk membangun suatu sikap agar mereka dapat bersatu dalam
satu wadah. Sikap tersebut dibangkitkan oleh paham nasionalisme, sosialisme,
pan-Islamisme, dan demokrasi. Paham-paham itulah yang membangun sebuah
kesadaran bersama tentang pentingnya kemerdekaan untuk melepaskan rakyat dari
belenggu kemiskinan, kebiadaban, perpecahan, dan keterbelakangan.
1.
NASIONALISME
Nasionalisme adalah perasaan
cinta terhadap bangsa dan tanah airnya. Perasaan itu timbul karena adanya
kesamaan, sejarah, agama, budaya, bahasa, pemerintahan, tempat tinggal, dan
keinginan untuk mempertahankan serta mengembangkannya sebagai milik bersama..
2.
LIBERALISME
Paham Liberlisme muncul
sebagai akibat reaksi atas perlakuan kaum bangsawan dan agamawan pada masa
pemerintahan monarki absolut. Setiap individu harus patuh pada kekuasaan
bangsawan dan tunduk pada agama. Keadaan inin menyadarkan orang untuk memulai
kebebasan dalam bertindak. Esensi dari paham liberalisme terhadap munculnya
kesadaran terhadap berbangsa dan bernegara adalah keinginan untuk menentukan
nasib sendiri dalam bingkai keberadaan penyelenggaraan negara.
3.
SOSIALISME
Merupakan paham yang menekankan
perhatian pada masyarakat secara keseluruhan. Paham ini muncul atas reaksi
terhadap kehadiran liberalisme pada abad ke-19.
4.
PAN-ISLAMISME
Merupakan suatu paham yang
menginginkan manifestasi dari prinsip islam mengenai pentingnya persatuan dan
kesatuan antar umat islam di seluruh dunia. Paham ini lazim disebut dengan
al-wahdah al-islamiyah atau al-itihad al-islamiyah yang prinsipnya adalah umat
islam merupakan kesatuan yang utuhndan universal diseluruh dunia tanpa kecuali.
5.
DEMOKRASI
Merupakan suatu pemerintahan
yang berasal dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat.
B.
PERKEMBANGAN BEBERAPA GERAKAN DI
ASIA TENGGARA
1.
PERGERAKAN KEBANGSAAN DI MALAYSIA
Penjajahan
inggris di malaysia bermula ketika Sultan Kedah yang pada saat itub menghadapi
ancaman serangan-serangan Kerajaan Siam (Thailand) menawarkan Pulau Penang
sebagai imbalan atas bantuan milliter apabila inggris membantu Kedah. Pulau
Penang pun dikuasai inggris pada tahun 1791 tanpa memberikan bantuan militernya
kepada Kesultanan Kedah.
Masalah
etnisasi mewarnai proses kemerdekaan Malaya. Perlu diketahui , Pada tahun
1940-an konstelasi keberadaan etnis di Malaya adalah 50% orang Melayu, 37%
orang Tionghoa, dan 12% orang India. Masing-masing etnis membentuk Partai
Politik diantaranya Ubited Malays National Organization (UMNO) yang di dukung
oleh orang Melayu, Malayan Chinese Association
(MCA) yang terdiri dari
masyarakat China, Malayan India Congres yang terdiri dari orang-orang keturunan
India. Ketiga partai tersebut bergabung membentuk Alliance yang menjadi Barisan
Nasional pada tahun 1973.
Dalam
perkembangannya Barisan Nasional memenangkan pemilu. Pemerintah Inggris dan
Alliance mengadakan perundingan untuk menyusun konstitusi. Hasilnya adalah
membentuk sebuah negara federal dengan sistem parlemen dua kamar yang terdiri
dari Badan Pilihan Rakyat dan Badan Bentukan Parlemen. Tahun 1957, Federasi
Malay mendapat kemerdekaan dari pemerintah inggris.
2.
PERGERAKAN KEBANGSAAN DI FILIPINA
Berawal dari terbentuknya Liga Filipina
yang di bentuk oleh Jose Rizal pada tahun 1892. Dibentuk dengan tujuan
melepaskan Filipina dari jajahab Spanyol yang telah berlangsung selama 300
tahun . Letupan ingin mendapatkan kemerdekaan terjadi setelah Jose Rizal yang
di tuduh mendalangi Gerakan Katipunan dan dihukum mati pada tahun 1896.
Perjuangan merebut kemerdekaan dilanjutkan oleh Emilio Aquinaldo hingga tahun
1898.
Titik cerah perjuangan kemerdekaan
Filipina terlihat ketika Spanyol semakin lemah berperang dengan Amerika Serikat
untuk memperebutkan Pulau Karibia. Emilio Aquinaldo memanfaatkan kesempatan itu
dan beraliansi dengan Amerika Serikat untuk mengusir Spanyol.
Spanyol pun menyerah dan Filipina diserahkan pada Amerika
Serikat. Melihat keadaan sudah memiungkinkan, Emilio Aquinaldo Memproklamirkan
kemersekaan Filipina pada 12 juni 1898. Namun nasib Filipina juga tidak berubah
karena ternyata Amerika juga ingin menjajah Filipina.
Emilio melakukan perang gerilya pada
Amerika Serikat tetapi pada akhirnya tertangkap pada Tahun 1919, Filipina
menuntut kemerdekaan, Namun ditolak. Tahun 1934 Filipina dikukuhkan sebagai
daerah persemakmuran. Setelah perang dunia berahir, barulah Amerika Serikat
memberi kemerdekaan penuh pada Filipina pada 4 Juli 1946.
3.
PERGERAKAN KEBANGSAAN DI VIETNAM
Tahun
1920 pergerakan nasionalisme melalui suara-suara partai mulai menuntut
pembaruan dan kemerdekaan. Perjuangan kepartaian semakin gencar setelah
dibentuknya Indochinese Communist Party tahun 1930 oleh seorang yang berjiwa
revolusioner bernama Nguyen Tat Minh, atau lebih dikenal dengan Ho Chi Minh.
Ia kemudian
mendirikan gerakan kemerdekaan yang berideologi kemunis bernama Viet Minh.
Tahun 1941, Organisasi ini bertujuan memperoleh kemerdekaan dari Prancis dan
melawan aneksasi jepang dikawasan Indocina, khusunya Vietnam.
Momentum
kekalahan Jepang dalam perang dunia 2 dimanfaatkan Ho Chi Minh untuk
memproklamirkan berdirinya Republik Demokratis Vietnam pada 2 September 1945.
Prancis kembali menyerang Vietnam pada tahun 1945, Pasukan Viet Minh mundur dan
masuk ke hutan-hutan. Berkat kepemimpinan Ho chi Minh yang sudah mengakar dan
sudah di sukai rakyat, Perjuangan Viet Minh tidak berhenti.
Tahun
1946, Pecah perang Indocina 1 (1946-1954) yang di mulai dengan penyerangan Viet
Minhnke pos-pos tempur pasukan Prancis. Perang yang tidak berkesudahan dan
tellah memakan banyak korban mendorong Prancis untuk mengajukan tawaran
perdamaian tahun 1954. Perundingan pun dilaksanakan di Jenewa dan menghasilkan
kesepakatan damai. Intinya, Prancis segera hengkang dari Vietnam.
Kesepakatan
tersebut juga memutuskan untuk membagi Vietnam menjadi 2 negara. Vietnam Utara
menjadi negara yang berhaluan komunis, Sementara Vietnam Selatan menganut
Liberalisme. Akibat pembagian itu, pecah perang saudara antara Vietnam utara
dan Vietnam selatan tahun 1956. Perang berakhir dengan kemenangan Vietnam Utara
tahun 1975. Namun, kedua Vietnam akhirnya dapat disatukan kembali tahun 1976
dengan nama Republik Sosialis Vietnam (Vietnam).
C. TERBENTUKNYA KESADARAN
NASIONALISME INDONESIA
1.
Perkembangan Politik Kolonial
Belanda
Penderitaan
rakyat akibat tanam paksa tahun 1830-1870 menuai kritik terhadap pemerintah
kolonial belanda. Usul golongan Liberal di parlemen adalah membuka
seluas-luasnya koloni (open deur pilitiek=politik pintu terbuka) bagi investor
swasta.
2.
Sebab-sebab Kebangkita
Nasionalisme di Indonesia
a.
Penderitaan rakyat indonesia
Rakyat
indonesia di bawah pemerintahan kolonial Hindia-Belanda banyak mengalami
perlakuan yang tidak adil. Penderitaan inilah yang mendorong para leluhur kita
untuk mengangkat senjata dan berusaha
mengusir penjajah Belanda untuk memperoleh kemerdekaan
b.
Perkembangan Politik Etis
Muncul
tokoh-tokoh yang mengkritik pemerintahannya sendiri, yaitu dari orang Belanda
sendiri, salah satunya adalah Van de Venter dengan artikelnya yang di muat di
majalah De Gids dengan judul “Een Eereschuld” Utang kehormatan berceritabahwa
kekosongan kas belanda telah terpenuhi oleh Indonesia.Utang budi itu wajijb
dibayar dengan peningkatan kesejahteraan bangsa Indonesia melalui Imigrasi,
Edukasi, Irigasi.
Beberapa sekolah yang berkembang pada masa
pemerintahan belanda adalah sekolah rakyat (Volkschool), sekolah guru
(kweekschool), MULO (meer uitgebrid logee oderwijs), AMS (algemenee middlebare
school), sekolah teknik (techniche hogeschool) sekarang ITB, Sekolah dokter
jawa SYOVIA, Rechts school Kundige Hogeschool sekarang fakultas hukum UI,
Genesjundige Hogeschool sekarang IPB.
c.
Peranan Saran Komunikasi dan
Transportasi
Perkembangan
sarana komunikasi dan transportasi yang semakin baik turut membantu munculnya
kesadaran berbangsa dan bernegara.
d.
Pergerakan Nasionalisme di Asia
dan Afrika
Gerakan di beberapa negara
Asia dan Afrika turut menjadi andil dalam rangka menggerakan jiwa kebangsaan.
Peristiwa-peristiwa yang mengilhami antara lain sebagai berikut ;
. Keteladan
yang di perlihtkan Mahatma Gandhi dan Jawaharlal Nehru dalam merebut
kemerdekaan India dari Inggris.
. Kemenangan
Jepang atas Rusia tahun 1905.
. Keberhasilan
bangsa Filipina mengusir bangsa Spanyol tahun 1898.
. Keberhasilan
rakyat Cina menurunkan kaisar yang korup pada awal abad ke-20.
D. PERGERAKAN DARI RASA ETNIK
KEDAERAHAN GOLONGAN MENUJU GERAKAN KEBANGSAAN INDONESIA.
Setelah
pemerintah Belanda menerapkan politik etis munculah organisasi kepemudaan, ini
merupaka cikal bakal rasa persatuan dalam berbang dan bernegara.
Pada
7 maret 1915 berdiri organisasi kepemudaan Tri Koro Dharmo yang anggotanya
adalah pemuda-pemuda dari suku Sunda, Jawa, Madura. Sesdangkan di Sumatra
bernama Jong Sumatranen Bond (JSB) tanggal 9 desember 1917.
Puncak
perasaan kebangsaan dan nasionalisme yang tinggi muncul pada kongres pemuda 28
Oktober 1928.
E. PERKEMBANGAN GERAKAN
KEBANGSAAN INDONESIA
Perjalanan
nasionalisme di Indonesia mengalami kemajuan dengan berdirinya organisasi Boedi
Oetomo tahun 1908.
Jika
diteliti secara cermat, pergeraan nasionalisme di indonesia terbagi menurut
periode perkembangannya:
1.
Periode awal
Pergerakan nasional Indonesia baru bergerak dalam bidang
sosial dan budaya. Oragnisasi yangterkemuka adalah Boedi Oetomo, Sarekat Dagang
Islam, dan Muhammadiyah.
2.
Periode Nasionalisme Politik
Pergerakan Nasional Indonesia sudah mulai masuk pada bidang
politik Organisasinya adalah Indische Partij dan Gerakan Kepemudaan.
3.
Peroide Nasionalisme Radikal
Pergerakan Nasional Indonesia sudah jelas mencantumkan
tujuan untuk kemerdekaan. Organisasinya adalah Perhimpunan Indonesia, Partai
Komunis Indonesia (PKI), dan Partai Nasional Indonesia (PNI).
4.
Periode Nasonalisme Bertahan
Gerakan kebangssan sudah lebih mederat dan memakai strategi dengan
penuh pertimbangan. Contoh organisasi yang di kenal adalah Partai Indonesia
Raya (PARINDRA), Gabungan Politik Indonesia (GAPI), Gerakan Rakyat Indonesia
(GERINDO), dan Fraksi Nasional.
Berikut adalah uraian keberadaan organisasi di
atas:
Boedi Oetomo
Berdiri
atas Prakarsa Mas Ngabehi Wahidin Soedirohoesodo. Tujuanya adalah meningkatkan
kualitas bangsa melalui kegiatan pengajaran . tanggal 20 Mei merupakan hari
lahir Boedi Oetomo diperingati sebagai hari Kebangkitan Nasional.
Ada
beberapa kendala yang dihadapi Boedi Oetomo,. Pertama, pembatasan keanggotaan
Boedi Oetomo hanya untuk masyarakat Jawa dan Madura. Kedua, Boedi Oetomo tidak
mencampuri urusan politik.
Urusan politik.
Sarekat Islam (SI)
Semula bernama
Sarekat Dagan Islam yang didirikan oleh H. Samanhudi di Surakarta pada tahun
1911. Tujuan awalnya adalah untuk memajukan perdagangan Indonesia di bawah
panji-panji Islam dan untuk menyaingi pedagang cina di Solo. Organisasi ini
maju pesat saat di pimpin H.O.S Tjokroaminoto.
Akibat
ada perpecahan di dalam organisasi SI, ada sebagian anggota yang pindah ke
Partai Komunis Indoensia.
Muhammadiyah
Didirikan
oleh KH Ahmad Dahlan tanggal 18 November
1912. Mulanya bertujuan menyebarkan ajaran Nabi Muhammad SAW dan memajukan
agama islam.
Indische Partij
Merupaka
organisasi bercorak politik yang didirikan oleh Eduard Douwis Dekker (Danudirja
Setiabudi) pada 25 Desember 1912.
Bertujuan
membangun petriotisme semua indiers (orang lokal/indonesia) terhadap tanah air.
Melalui karangan Douwis dekker yang di muat di majalah Het Tijdschrift dan de
Express ia melancarkan propagandanya mengenai program “Hindia” untuk setiap
gerakan politik yang sehat.
Pada
perayaan 100 tahun kemerdekaan Belanda , Indische Partij membentuk komite
Bumiputra. Komite ini mengirimkan telegram kepada Ratu Belanda yang isinya
mengusulkkan pencabutan pasal III RR (Reglemen op het beleidder Regeering) tentang pembentukan majelis
perwakilan rakyat tuntutan jaminan kebebasan berpendapat di daerah jajahan.
Kegiatan Komite bumiputra di anggap berbahaya, pada bulan Agustus 1913 Douwis
dekker, dr Cipti mangunkusumo, dan Suwardi Suryaningrat di jatuhi hukuman di
buang ke Belanda. Permohonan dari Indische Partij untuk mendapat pengakuan
badan hukum di tolak dan organisasi ini di anggap sebagai organisasi terlarang.
Walaupun Indische partij sudah bubar, jiwa dan semangat banyak memberi
inspirasi dalam rangka menegakan jiwa kebangsaan.
Gerakan Pemuda
Organisasi
pemuda kedaerahan merupakan titik awal pertumbuhan bangsa dan awal dari proses
integrasi nasional. Berikut adalah contoh dari gerakan pemuda.
Tri Koro Dharmo
Tri
Koro Dharmo didirikan oleh Setiman Wirjosandjoyo, Suradi Wongsonegoro dan
Soetomo pada tanggal 7 Maret 1915. Tujuan didirikannya Tri Koro Dharmo adalah
sebagai tempat latihan calon –calon pemimpin bangsa atas dasar cinta tanah air.
Pada
kongres pertamanya di Solo tahun1918 ada dua keputusan penting. Pertama, nama
Tri Koro Dharmo di ubah menjadi Jong Java. Kedua, tujuan organisasi dipusatkan
untuk membangun persatuan Jawa Raya.
Setelah
ongresnya yang ke-8 pada tanggal 28 Desember 1925 – 2 Januari 1926 di B andung,
Jong Java turut meningkatkan persatuan dan cita-cita Indonesia merdeka. Mulai
kongres tersebut Jong Java praktis terjun ke politik.
Jong Sumatera Bond
Didirikan
pada 9 desember 1917 di Gedung Volkslecture Jakarta oleh Pemuda-pemuda Sumatera
yang ada di Jakarta. Tujuannya adalah untuk memperkokoh hubungan antar pelajar asal
Sumatera.
Jong
Sumatera Bond memiliki banyak anggota
yang tersebar di Bogor, Bandung, Sukabumi, Purworejo, Padang dan
Bukittinggi. Dari hasil godokan Jong Sumtera Bond ini lahirlah pemimpin bangsa
seperti Muhammad Yamin dan Muhammad Hatta.
Organisasi
pemuda lainnya:
Ambon
Organisasi
yang terbentuk adalah Wilhelmina, Ambonsch Studifonds, dan Ambon Bons. Orang
Ambon di luar Ambon mendirikan Sarekat Ambon. Pimpinannya yang terkenal adalah
A.J Patiy.
Minahasa dan Celebes
Pada tahun 1919 berdiri Jong Minahasa dan Jong
Celebes. Keduua organisasi ini tidak begitu besar, tetapi dari pendirian
organisasi ini muncul tokoh Minahasa yang terkenal yaitu Sam Ratulangi.
Sunda dan Betawi
1920
berdiri organisasi pemuda Sunda di Jakarta dengan nama Sekar Rukun. Selain itu
pemuda Betawi berhasil membentuk organisasi bernama Pemuda Betawi berada di
bawah pimpinan Moh. Husni Thamrin.
Timor
Berhasil
mendirikan Timorsche Verbond di Makassar pada tahun 1922. Pada tahun yang sama
juga berdiri Bataks Bond yang merupakan pecahan Jong Sumatranen Bond.
Organisasi Kepanduan
Jumlah
organisasi pemuda yang semakin banyak mendorong munculnya keinginan untuk
membentuk organisasi wadah kepanduan. Dibentuklah organisasi kepanduan
diantaranya Javaansche Padvinders Organisatie (JPO), Nationale Islmaitische
Padvinderij (NATIPY), dan Pandu Pemuda Sumatera (PPS).
Agar
organisasi kepanduan ini bekerja semakin efektif di bentuklah Persaudaraan
Antar Pandu Indonesia (PAPI) yang merupakan gabungan dari organisasi kepanduan.
Karena PAPI di anggap tidak dapat mengakomodasikan aspirasi seluruh organisasi
yang ada di dalamnya, organisasi-organisasi fusi lain bermunculan. Tahun 1918
didirikan Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia (BPPKI) sebagai jawaban
atas keinginan membentuk wadah kerjasama yang bisa menjadi perekat semua
organisasi kepanduan.
Taman Siswa
Taman
Siswa berdiri pada tanggal 3 Juli 1922 atas prakarsa R.M Suwardi Suryadinigrat
yang lebih di kenal dengan nama Ki Hajar Dewantara. Tujuannya adalah untuk
memajukan bidang pendidikan.
Asas
Taman Siswa di wujudakan dalam sistem among sebagai berikut.
1.
Mewajibkan guru-guru sebagai
pemimpin berdiri di belakang, memberi kesempatan pada anak didik untuk berjalan
sendiri. Inilah yang di sebbut Tut Wuri Handayani.
2.
Guru berada ditengah-tengah dan
dapat membangkitkan pikiran. Yang serin g disebut dengan Ing Madya Mangun
Karsa.
3.
Guru dapat memberi contoh bila
berada di depan. Yang istilahnya adalah Ing Ngarso Tuladha.
Keluarnya Wilde
Scholen Ordonantie atau Undang-Undang Sekolah Liar membuat perjuangan Taman Siswa
mengalami hambatan. Bagi Taman Siswa, keberadaan UU ini berartimemasung
kemajuan sekolah swasta. Taman Siswa berjuang agar UU ini dihapus. Perjuangan
penghapusan UU ini didukung oleh beberapa organisasi lain, seperti PSII, PNI
Baru, Boedi Oetomo, Muhammadiyah, Partindodan Permi. Perjuangan mereka
berhasil, terbukti dengan dicabutnya UU Sekolah Liar pada tahun 1933.
Partai Komunis Indonesia
Keberadaan
paham komunis di Indonesia tidak dapat dari nama seorang buruh Belanda bernama
H.J.F.M Sneevliet yang masuk ke indonesia tahun 1913. Ia lalu mendirikan
organisasi Indische Sociaal Democratische Vereeniging (ISDV) tahun 1914 bersama
J.A Brandsteder, H.W Dekeer dan P. Bergsma.
Dengan
menggunakan strategi Infiltrasi atau block within, ISDV berhasil menyusup ke
tubuh Sarekat Islam. Caranya dengan menjadikan anggota ISDV sebagai anggota SI
dan sebaliknya. Taktik liannya adalah dengan cara merekrut pemimpin SI yang
berpengaruh masuk ke ISDV.
Pada
kongres ISDV 23 Mei 1920 nama ISDV di ubah menjadi Partai Komunis Hindia. Dan
pada bulan Desember di ubdah lagi menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI).
Setelah
merasa makin mapan dan besar, PKI
mengadakan mengadakan pemberontakan yang di kenla dengan pemberontakan PKI
1926. Pemberontakan ini di rancang oleh tokoh-tokoh PKI seperti Sardjono, Budi
Sutjipto dan Sugono. Pemberontakan yang terjadi di Jakarta itu secara serempak
meluas ke daerah Jawa Barat, Jawa
Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera. Namun pemberontakan tersebut berhasil di
tangani.
Banyak
pengikut PKI yang di buang ke Tanah Merah, Dugul, dan Papua. Akhirnya PKI
dinyatakan sebagai partai terlarang.
Perhimpunan Indonesia
Dalam
tahun yang sama lahirnya Boedi Oetomo, terbentuk pula perkumpulan dengan nama
Indische Vereeniging (Perhimpunan Hindia) yang bergerak di bidang sosial.
Orientasi
perkumpulan Indische Vereeniging setelah kedatanga tokoh 3 serangkai Douwes
Dekker, dr Cipto Mangunkusumo dan Suwardi Suryadiningrat. Mereka berhasil
mengubah perhimpunan yang dulu berorientasi sosial sekarang menjadi orientasi politik.
Asas Indische Vereeniging yaitu:
. Penentuan
nasib sendiri
. Perjuangan
mengandalkan kekuatan dan kemampuan sendiri.
. Bangsa
Indonesia harus bersatu melawan penjajah.
Partai Nasional Indonesia (PNI)
Perserikatan
Nasional Indonesia mempunyai hubungan yang erat dengan Perhimpunan Indonesia
karena sama-sama memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Selain itu, pengurus
Perserikatan Nasional Indonesia berasal dari orang-orang. Anggaran dasarnya
juga diambil dari anggaran PI.
Pada
kongres PNI pertama di Surabay 27-30 Mei 1928 dibicarakan rencana kerja dan
anggaran dasar PNI. Kongres juga memperkukuhkan Ir. Soekarno sebagai ketua PNI.
Nama Perserikatan Nasional Indonesia di ubah menjadi Partai Nasional Indonesia.
Kemajuan
yang di capai PNIO dalam waktu singkat dan sifatnya non-kooperatif sangat
menceaskan pemerintah Belanda. Kekhawatiran pemerintah Belandanmakin bertambah
setelah mendengar Isu bahwa PNI akan mengadakan pemberontakan pada 1930. Untuk
mengantisipasinya, pemerintah Belanda mengadakan penangkapan dan penggeledahan
terhadap tokoh-tokoh PNI. Pada 29 Desember 1929Ir. Soekarno dan kawan-kawannya
di tangkap di Yogyakarta dan di bawa ke Bandung. Ir. Soekarno membela diri
dengan memv=bacakan tulisannya yang terkenal “ Indonesia Menggugat”. Dalam pidato
pembelaannya, Soekarno mengakatan “Kini sudah semakin jelas bahwa pergerakan
nasional di Indonesia bukanlah bikinan kaum intelektual dan komunis saja,
tetappi merupakan aksi umum yang wajar dari rakyat jajahan yang di dalam
batinnya telah menderita. Revolusi Indonesia adalah revolusi zaman sekarang,
bukan revolusi sekelompok kaum intelektual tetapi revolusi bagian terbesar dari
rakyat dunia yang terbelakang di diperbudak.” Para pemimpin PNI akhirnya di
jatuhi hukum penjara dengan dakwaan
melakukan perbuatan mengganggu ketertiban dan menentang pemerintah.
Penangkapan
Ir. Soekarno membuat kaum nasional merasa sangat terpukul. Oleh sebab itu pada
kongres luar biasa di Jakarta April 1931 PNI akhirnya di bubarkan. Hal iitu
dilakukan demi keselamatan anggotanya.
Mantan
anggota PNI mendirikan Partai Indonesia (Partindo) pada 1 Mei 1931 dengan
ketuanya Sartono. Sementara Moh Hatta, Sutan Sjahrir dkk mendirikan Pendidikan
Nasional Indonesia.
Gerakan Wanita
Lahir
gerakan emansipasi yang di pelopori R.A Kartini. Berbagai perkumpulan pun
berdiri seperti Keoetamaan Isteri yang di asuh oleh Dewi Sartika. Selain itu
ada sekolah Kartini di Bogor, Cirebon, Indrmayu, Semarang, Madiun, Rembang,
Surabaya dan Pekalongan. Salah satu organisasi kewanitaan paling tua adalah
Putri Mardika yang berdiri tahun1912.
Kehadiran
berbagai organisasi kewanitaan ini memperkuat kesadaran kaum wanita untuk
membantu terbentuknya suatu bangsa. Hal in terbukti dengan di selenggarakannya
Kongres Perempuan 1 di Yogyakarta pada tahun 1928 dan Kongres Perempuan 2 di
Jakarta pada 22Desember 1930. Tanggal tersebut kemudian dikukuhkan sebagai Hari
Ibu.
Permufakatan Perhimpunan Perhimpunan Politik Kebangsaan
Indonesia (PPPKI)
Gagasan
untuk menyatukan pergerakan kebangsaan di bawah satu payung akhirnya tercapai
setelah diadakan rapat di Bandung tanggal 17-18 Desember 1927.
PPPKI
mengadakan kongres pertama di Surabaya 30 Agustus – 2 September 1928.
Wakil-wakil partai politik berharap
bahwa kongres tersebut merupakan permulaan era baru bagi gerakan
kebangsaan. Soetomo terpilih sebagai ketua Majelis Pertimbangan PPPKI.
Organisasi ini mengalami guncangan setelah PNI bubar dan melahirkan dua partai
baru yakni Partindo dan PNI baru. Keberadaan dua partai baru ini kemudian
memperlemah posisi PPPKI.
Akhirnya,
PSI yang sudah berganti nama menjadi Partai Sarekat Islamm Indonesia (PSII)
mengundurkan diri dari PPPKI tahun 1930.
Kongres Pemuda
Berbagai
organisasi kepemudaan mengadakan kongres pada tanggal 30 April – 2 Mei 1926.
Kongres tersebut dihadiri oleh wakil-wakil dari berbagai organisasi kepemudaan.
Tujuan
dari kongresnya :
1.
Membentuk badan sentra organisasi kepemudaan
2.
Memajukan paham persatuan
kebangsaan
3.
Mempererat hubungan antar seluruh
perkumpulan kepemudaan bangsa.
Kongres Pemuda 1 ini
menerima dan mengakui cita-cita persatuan Indonesia walaupun rumusannya belum
jelas. Kongres Pemuda 2 berlangsung tanggal 26-28 Oktober 1928 dan di hadiri
oleh kurang lenbih 750 pemuda yang berasal dari organisasi kepemudaan
Indonesia. Kongres ini melahirkan semangat
nasionalisme yang lebih tinggi dari kengres kepemudaan sebelumnya. Utusan para
pemuda mengucapkan sumpah “Satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa.” Dalam
upacara penutupan, dinyanyikan lagu Indonesia Raya ciptaan W.R. Supratman.
Simbol persatuan adalah pengibaran bendera merah putih yang di iringi lagu
nasional Indonesia Raya.
Pernyataan dalam Sumpah Pemuda
itu merupakan perwujudan dari identitas nasional. Rumusan itu menjadi pemersatu
dalam tekad melawan penjajah Belanda dan meraih rangka kemerdekaan. Cita-cita
dan tekad itu menjadi kenyataan setelah dua dasawarsa kemudian.
Partai Indonesia
Raya (Parindra)
Di Surabaya terdapat kelompok
studi Indonesia yang banyak berjasa dalam
pergerakan nasional khususnya di daerah Jawa Timur. Melalui surat kabar,
mereka mengkritik perpecahan yang terjadi di berbagai organisasi pergerakan
kebangsaan. Penyebab perpecahannya adalah perbedaan pendapat apakah akan
mengambil sikap kooperatif atau nonkooperatif dalam memperjuangkan cita-cita
kebangsaan.
Kelomppok studi ini kemudian
mengubah nama menjadi Persatuan Bagsa Indonesia (PBI) pada tahun 1930.
Persatuan Bangsa Indonesia memiliki arah bidang pollitik dengan sasaran
masyarakat pedesaan dan menjalin kerjasama dengan Boedi Oetomo, Serikat
Celebes, Serikat Sumatera, Ambon, serta Perkumpulan Kaum Betawi. Mereka
kemudian melebur dan membentuk Partai Indonesia Raya (Parindra) dengan ketuanya
Soetomo. Bergabung pula tokoh pergerakan nasional lainnya seperi Husni Thamrin,
K.R.M.H Wuryaningrat dan Sukarjo Wiryopranoto.
Parindra
mempunya tujuan membentuk Indoensia yang sempurna dan Mulia. Organisasi ini
memberi jalan kooperatif. Tujuannya untuk menghindar agar jangan sampai di
bubarkan pemerintah kolonial Belanda.
Gabungan Politik
Indonesia (GAPI)
Pada tanggal 21 Mei 1939. Husnni
Thamrin mendirikan federasi GAPI. Pembentukan GAPI didasari beberapa alasan
sebagai berikut:
1.
Kegagalan Petisi Sutardjo
2.
Kegentingan internasional akibat
timbulnya fasisme
3.
Sikap pemerintah kolonial Belanda
yang tidak memperhatikan kepentingan bangsa Indonesia.
GAPI lahir sebagai hasil kesepakatan antara organisa-organisasi seperti
PSII, Gerindo, PII, Pasundan, Persatuan Minahasa, dan Partai Katolik.
Kesepakatan juga menghasilkan rumusan
bahwa organisasi-organisasi anggotanya tetap memiliki otonomi melaksanakan
programnya masing-masing. Jika timbul perselisihan antar partai, GAPI akan
bertindak sebagai juru damai.
Semoga bermanfaat ya..
:D tambah terus ilmu pengetahuan kita ini.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar